Lebih Dekat Dengan Penulis Buku Sejarah Lemah Abang (2)

29 Dec

Mulai dari Babad Tanah Lemah Abang, Sampai Pudarnya Nama Lemah Abang

Buku setebal 223 ini menceritakan kisah mulai dari asal muasal Lemah Abang sampai pudarnya nama Lemah Abang itu sendiri. Dimana nama Lemah Abang merupakan nama tokoh penyebar agama Islam pada masa abad ke 16. Tokoh penyebar agama Islam tersebut tidak lain adalah Syekh abdul Jalil alias Syekh Jabaranta alias Syekh Lemah Abang alias syekh Siti Jenar yang menyebarkan agama Islam di daerah ini dan kemudian pindah ke Banten.

Ahmad Khumaidi, Cikarang Utara

Ending Hasanuddin berusaha dengan jeli menyampaikan sejarah Lemah Abang secara detail. Dibukunya tersebut Ending tidak hanya brecerita mengenai Lemah Abang semata melainkan juga tempat-tempat lain yang berhubungan dengan Lemah Abang. Di antaranya masjid agung Syiarul Islam yang berada tidak jauh dari stasiun Lemah Abang saat ini. Selain itu juga SD Simpangan 01 yang dinilai berkaitan erat dengan sejarah Lemah Abang. “tempat-tempat yang ada kaitannya dengan sejarah lemah abang juga ada di buku ini” papar lelaki yang gemar terhadap warna biru tersebut.

Masjid Syiarul Islam yang dibangun pada tahun 1915 ini menurut Ending dahulunya dijadikan tempat menyebarkan agama Islam di Lemah Abang. Masjid ini didirinkan oleh Raden latif dan Raden Kahfi yang berasal dari Sukaraja Cileungsi Kabupaten Bogor. Dijelaskan oleh Ending kalau Syekh Lemah Abang sempat bertemu dengan Syekh Maulana Mansur di Ujung Kulon Banten. Dipertemuan inilah Syeh Lemah Abang menyampaikan amanah kepada Syekh Maulana Mansur agar kelak keturunannya mengabdikan diri dan meneruskan berdakwah di Lemah Bangg Kabupaten Bekasi. “masjid ini ada hubungannya dengan Syekh Lemah Abang” tambah lelaki yang gemar seni tersebut.

Sementara untuk SD Simpangan 01yang dulunya merupakan sekolah rakyat yang didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1971. sekolah ini merupakan sekolah satu-satunya yang ada di Lemah Abang. Hingga saat ini SD tersebut masih kokoh berdiri dan tetap digunakan sebagai tempat belajar. “sekolah ini menjadi saksi soal sejarah yang ada di lemah abang” bebernya.

Di bab kedua dari buku ini Ending menjelaskan soal perjuangan rakyat Lemah Abang. Dalam bukunya Ending menjelaskan kalau dengan ditaklukkannya pemerintah Hindia Belanda oleh pasukan militer Jepang, Jepang segera mengambil alih seluruh administrasi pemerintahan dan keamanan sampai tingkat kampung. Kehadiran Jepang ini disambut dengan suka cita oleh rakyat. Sebab Jepang bersikap manis dan berjanji akan memerdekakan Indonesia. ”mereka menerima Jepang dengan sangat senang lantaran sikapnya ga segalak pasukan belanda” jelasnya.

Namun sikap manis jepang tersebut tidak berlangsung lama. Jepang melarang menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan melarang mengibarkan sang merah putih. Selain itu penindasan yang cukup keji juga dilakukan oleh Jepang. Akibat penjajahan Jepang terlalu kejam terjadilah insiden. Diantaranya insiden Kali Cibeureum Lemahabang. Setelah insiden ini dilanjutkan dengan pengeboman stasiun Lemah Abang yang dilakukan oleh panglima perang Wan Ponda Wotter pada bulan Februari 1947. di penyarangan kali ini stasiun Lemah Abang berserakan.

Selain itu Ending juga membahas mengenai Lemah Abang dalam administrasi pemerintahan. Dijelaskan dalam bukunya kalau Lemah Abang sendiri pada tahun 20 masehi berada di bawah kawedanan Cibarusah Kabupaten Bogor. Menurut Ending pada masa 1818 di masa pemerintahan VOC di bawah kepemimpinan Gubenur Daeldels diberlakukan penataan wilayah pemerintahan. Wilayah lemah Abang, Pasirkonci dan Cibarusah berada dalam kewedanan Cibarusah dan Kabupaten Bogor.

Namun pada tahun 1950 status lemah abang berubah. Lemah abang ditetapkan dalam kawedanan sebagai kecamatan di bawah Cikarang. Pada tahun 1953 di bawah pemerintahan R. Sampurno Kolopaking dibentuklah empat wilayah administratif kabupaten Bekasi yang meliputi empat kawedanan dengan 13 kecamatan dan 95 desa. Dari 13 kecamatan tersebut salah satunya adalah kecamatan lemah abang yang meliputi delapan desa, Simpangan, Jetireja, Cipayung, Sertajaya, Pasir Gombong, Tanjung Baru, Sukaresmi dan Sukamahi.(bersambung)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: