Melihat Aksi Sosial Mahasiswa Sekolah Tinggi Pasca Sarjana PPM Jakarta di Desa Karangsari Cikarang Timur Adakan Pelatihan Manajemen dan Pengobatan Geratis Bagi Warga Tidak Mampu

22 Nov

Sekelompok mahasiswa pasca sarjana Sekolah Tinggi Manajemen PPM Jakarta terlihat sibuk mengordinir warga Desa Karangsari Cikarang Timur. Mereka sengaja datang dari Jakarta untuk melaksanakan tugas akhir dari kampus, pengabdian terhadap masyarakat. Desa Karangsari yang berada di Cikarang Timur menjadi pilihan tujuan mahasiswa tersebut. Berkat kordinasi yang kuat dengan pihak desa, mereka pun berhasil mengadakan pengobatan geratis bagi warga tidak mampu. Tercatat ada sekitar 150 warga tidak mampu yang memanfaatkan adanya pengobatan geratis yang dilaksanakan di kantor desa tersebut. Selain itu sebagian mahasiswa juga memberikan pelatihan manajemen terhadap siswa-siswi yang ada di desa tersebut.

Ahmad Khumaidi, Cikarang Timur

Hidup harus berarti. Itulah semboyan mahasiswa Pasca Sarjana Sekolah Tinggi Manajemen PPM Jakarta. Berbekal ilmu yang didapatkan dibangku kuliah mereka terjun langsung ke desa untuk membimbing langsung masyarakat bawah. Walau bergulat dengan warga yang rata-rata tidak mampu namun tidak mambuat risih para mahasiswa tersebut. Justeru mereka dengan bahagia bisa melayani warga yang tidak mampu untuk mendapatkan pengobatan. Untuk menjalankan misinya, mahasiswa tersebut tidaklah sendirian. Mereka sengaja menggandeng salah satu rumah sakit swasta ternama di Kabupaten Bekasi. Sebab mereka sendiri merupakan mahasiswa jurusan manajemen. Tentunya akan kesulitan jika harus menangani masyarakat yang mengidap penyakit. ”sengaja menggandeng rumah sakit, inikan programnya kesehatan gratis” ujar kordinator mahasiswa, Andreas Partogi.

Andreas sendiri mengaku memilih desa tersebut lantaran masih banyak warganya yang terbelakang. Ia berharap dengan adanya kegiatan pengobatan geratis ini bisa membantu meringankan beban. Sebab jika mereka harus berobat kerumah sakit mereka harus mengeluarkan biaya. ”saat tim kami mengamati rupanya di desa ini masih banyak warganya yang membutuhkan pertolongan” ujar lelaki berkacamata tersebut.

Kegiatan mahasiswa tersebut mendapatkan respon positif baik dari aparat desa ataupun dari masyarakat sendiri. Dari dibukanya jam berobat, sekitar pukul 8.00 nampak warga yang menderita penyakit antri untuk mendapatkan pemeriksaan. Satu persatu warga baik ibu-ibu atau bapak-bapak masuk berdasarkan kartu yang dipegangnya. ”kami sengaja kasih kartu supaya bisa lebih tertib” jelas lelaki bermata sipit tersebut.

Di tempat terpisah yang tidak jauh dari kantor desa, sebagian siswa dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) 5 Cikarang Timur mendapatkan pelajaran tersendiri. Di tempat yang cukup sempit siswa-siswi tersebut mendapatkan penjelasan mengenai menejemen soal keuangan dan menejemen waktu. Yang memberikan materi adalah mahasiswa Pasca Sarjana tersebut. Mereka berharap anak-anak desa ini bisa mengerti soal mengatur waktu dan uang. ”sengaja kami ajari soal menejemen supaya tahu dan faham soal tata cara mengatur sesuatu” tambah lelaki berbadan subur tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: