Babelan diserbu Wabah DBD

22 Nov

Bekasi2025-Warga Kampung Baru RT15/05, Kedung Pengawas, Babelan diserbu wabah demam berdarah (DBD). Penyakit yang dibawa oleh nyamuk tersebut sudah memakan korban 17 orang dalam satu kampong. Ironisnya walau sudah banyak korbannya tidak ada tindakan sama sekali dari dinas terkait. Bahkan saat meminta supaya pihak puskesmas memeriksa korban yang menjadi korban demam berdarah meminta sample darah terlebih dahulu. Padahal untuk mendapatkan sampel darah tersebut pasien harus diperiksa di rumah sakit.

Tokoh masyarakat Desa Kedung Pengawas, Taufiqillah mengaku resah dengan keadaan yang mendera kampungnya. Menurutnya korban DBD tersebut bisa bertambah jika tidak ada tindakan sama sekali baik dari puskesmas atau dinas terkait. “kemungkinan besar bisa bertambah. Kami sangat resah dengan kondisi seperti ini” ujarnya.

Taufiq menjelaskan warga hanya meminta supaya kampungnya difogging supaya DBD yang ada tidak bertambah banyak. Menurutnya warga tidak meminta yang macam-macam. Mereka hanya ingin terbebas dari ancaman penyakit DBD tersebut. “warga hanya sederhana permintaannya, cukup difogging aja” jelas lelaki yang juga bertugas sebagai staf desa tersebut.

Lebih lanjut, Taufiq juga menjelaskan sudah mengajukan surat kepada dinas kesehatan yang ditandatangani langsung oleh kepala desa supaya kampong tersebut segera difogging. Namun hingga saat ini belum ada tindakan sama sekali. Warga pun masih pada cemas lantaran ketakutan terkena DBD. “kami sudah mengajukan surat, bahkan kepala desa kerap dimarahi warga yang meminta supaya kampong tersebut segera difogging” bebernya.

Sebenarnya kampong Baru menurut Taufiq sudah pernah difogging oleh pihak puskesmas satu minggu sebelum kejadian. Namun belum sampai merata seluruh rumah yang ada di Kampung tersebut petugasnya sudah pulang duluan. Hal ini menurut Taufiq lantaran mesinnya sering mengalami ganggguan, mati. “sebelum kejadian banyaknya korban DBD, sudah ada fogging dari puskesma Babelan satu, tapi ga semua rumah difogging” tambahnya.

Kini sebagian besar korban DBD dirawat di RSD Cibitung. Rata-rata yang menjadi korbannya adalah anak-anak berusia tujuh sampai 15 tahun. sekedar diketahui di Kampung Baru sendiri ada sekitar 130 rumah yang terdiri dari 180 kepala keluarga (KK). Kini mereka menunggu penanganan dari dinas terkait supaya secepatnya mengambil tindakan supaya wabah tersebut tidak menjalar dan bertambah banyak.(jo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: