Dinkes canangkan bebas vilariasis

11 Nov

Bekasi2025-Untuk menghindari virus vilariasis (kaki gajah) berkembang biak di Kabupaten Bekasi, Dinas Kesehatan membuat program pencanangan desa bebas vilariasis. Untuk melakukan itu semua, dinkes melibatkan 172 desa yang ada di Kabupaten Bekasi. Sebelumnya dinkes hanya melibatkan 15 desa. Itu pun sifatnya tidak terjadwal dan sekadar ada waktu saja. Namun untuk tahun ini program penanggulangan vilariasis tersebut ditentukan dan dijadwal supaya bisa berjalan efektif.

Kepala dinas kesehatan, Ari Muharman Boestari menyatakan dengan adanya program pencangan ini bisa membasmi penyakit kaki gajah yang ada di Kabupaten Bekasi. Ia mengklaim kalau penyakit kaki gajah di Kabupaten Bekasi sudah mengalami penurunan. Namun sangat disayangkan ketika ditanya jumlah Ari tidak bisa menjelaskan dengan pasti. ”yang jelas mengalami penurunan. Angkat pastinya saya lupa” tutur dokter ahli jantung tersebut.

Pencanangan penanggulangan penyakit kaki gajah ini menurut Ari sudah memasuki tahun yang ketiga. Menurutnya penanggulangan penyakit kaki gajah ini rencananya bakal dilakukan selama lima tahun. Sebab berdasarkan surve yang dilakukan oleh WHO dengan pengobatan yang dilakukan serentak penyakit tersebut tidak akan bisa berkembang secara pesat. Ia pun menyatakan dengan adanya program tersebut secara otomatis 0,1 persen warga akan terjangkit penyakit kaki gajah tersebut. ”kalau dilakukan secara serentak tingkat perkembangannya akan lambat, bahkan 0,1 persen warga bisa terjangkit penyakit itu” papar lelaki berkulit putih tersebut.

Ari menjelaskan kalau pencegahan penyakit kaki gajah ini akan dilakukan selama dua tahun lagi. Ia pun menghimbau kepada warga supaya menjaga kebersihan. Sebab penyakit ini menurut Ari disebabkan nyamuk Anoveles. Untuk bisa menjangkit ke manusia, nyamuk tersebut menggigit mikro kepompong cacing. Cacing yang telah digigit nyamuk tersebut masuk pada tubuh manusia. Cacing ini menurut Ari berkembang di permukaan yang gampang dihinggapinya. Selain itu, Cacing ini lebih suka berkembang di daerah yang lunak, seperti venis dan selakangan. ”cacingnya lebih suka berkembang di daerah yang lunak dan lembab, makanya harus dijaga kebersihannya” papanrya. (jo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: