Lagi-lagi orang kecil yang jadi korban

4 Oct

Seperti korupsi, kecelakaan yang disebabkan transportasi umum, lebih banyak menyalahkan orang kecil, pejabat kecil. “Masinisnya, nanti kita periksa”, kata kapolres Pemalang beberapa saat setelah terjadi kecelakaan Kereta Api terjadi di Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu, 2 Oktober 2010. Kereta Api Argo Anggrek jurusan Jakarta-Surabaya menabrak KA Senja Utama Jakarta-Semarang yang sedang berhenti dari belakang sekitar pukul 03.05 Wib.

Dan tentu saja yang yang jadi korban adalah juga orang kecil. Kalau mereka orang besar, kaya dan berduit, tentu emoh naik kereta. Kereta Senja Utama adalah kereta kelas bisnis yang dioperasikan oleh PT Kereta Api dengan relasi Pasar Senen – Tugu Yogyakarta. Dinamakan Senja Utama Yogya karena kereta ini berangkat meninggalkan Jakarta ataupun Yogyakarta pada malam hari. Namanya memang bisnis, tapi kondisinya kita tahu sendiri jauh dari kesan bisnis. Kalau dibisnisin, iya kali ya…

Sedangkan Kereta Argo Bromo Anggrek adalah kereta api kelas eksekutif yang dioperasikan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dengan koridor Jakarta Gambir – Surabaya Pasar Turi dengan melewati utara pulau Jawa membawa 6 rangkaian gerbong eksekutif kelas Anggrek. Sepanjang perjalanan, kereta api Argo Bromo Anggrek hanya berhenti di Semarang Tawang, Pekalongan dan Jatinegara (arah Jakarta).

Saat ini korban sudah mencapai 35 orang. Ada baiknya pihak yang berwajib jangan terlalu cepat menyalahkan masinis. Sebab kesalahan ini, seperti juga kecelakaan pesawat, melibatkan banyak orang. Human eror, bisa menyangkut siapa saja. Mulai dari masinis, petugas stasiun, kepala stasiun, Pejabat Perkerataapian, sampai Menteri perhubungan. Kasihan kan masinis, setiap ada kecelakaan selalu mereka yang dipersalahkan. Padahal belom tentu juga itu adalah kesalahan mereka.

Dan seorang Menteri tak baguslah langsung membuang tanggung jawab. Tetap saja kecelakaan perhubungan merupakan tanggung jawabnya. Namanya juga Menteri Perhubungan. Kalau namanya Menteri Pemuda Olah dan Raga, itu baru ngurusnya soal pemuda. Gak ada kaitannya dengan Kecelakaan. Dan Kepada Bapak Kepolisian dan aparat hukum yang terkait, diminta untuk berani bilang, ntar kita periksa dulu Pak Menteri sampai masinisnya. Itu baru namanya MANTAP. Jangan beraninya Cuma sama rakyat kecil, pejabat kecil.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: