165 Km Jalan Masih Rusak

4 Oct

CIKARANG PUSAT – Radar Bekasi, Nyaris seluruh desa di Kabupaten Bekasi mengeluhkan kondisi jalan rusak. Mulai jalan lingkungan (Jaling) sampai jalan utama yang rusak dipermasalahkan lantaran menghambat aktivitas warga.

Dinas Bina Marga dan Pengelolaan Sumber Daya Air mengklaim, jalan rusak di Kabupaten Bekasi tinggal 165 kilometer yang masih rusak dari panjang jalan Kabupaten Bekasi yang mencapai 925 kilometer.

Kasi Perencanaan dan Pembangunan Dinas Bina Marga dan Pengelolaan Sumber Daya Air Kabupaten Bekasi, Daniel Firdaus mengungkapkan hingga tahun 2009 akhir baru 300 km jalan yang sudah dirigid (beton).

Menurut Daniel, sampai saat ini sekitar 600 kilomter jalan sudah dalam keadaan baik, termasuk yang diaspal. “Jalan rusak di Kabupaten Bekasi kurang lebih 165 kilometer lagi yang masih rusak,” tuturnya.

Dibeberkannya rata-rata alokasi dari APBD untuk pembangunan jalan mencapai sekitar Rp400 miliar tiap tahun. Tak cuma untuk perbaikan, alokasi tersebut juga termasuk untuk pemeliharaan.

Tahun ini, kata Daniel akan bertambah jalan yang akan meningkat kualitasnya. Dalam APBD Perubahan, diungkap Daniel ada Rp14 miliar untuk memperbaiki jalan sepanjang 5,5 kilometer.

Selain Pemkab Bekasi, Provinsi Jawa Barat juga mengalokasikan bantuan perbaikan jalan Rp Rp40 miliar untuk perbaikan jalan sepanjang 18 kilometer. Bantuan juga diberikan pemerintah pusat untuk perbaikan jalan Rorotan-Karangtengah sepanjang 1,6 kilometer sebesar Rp3 miliar.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi Dadang Mulyadi pembangunan jalan merupakan menjadi fokus pembangunan Pemkab Bekasi. Pasalnya menurut Dadang, jalan menjadi pendukung perekonomian masyarakat.

“Perbaikan jalan diyakini bisa memajukan perekonomian masyarakat. Kami fokus pada perbaikan jalan, tapi tidak melupakan pembangunan yang lain tentunya,” kata Dadang.

Sebagian kalangan menilai, Kabupaten Bekasi akan terus menghadapi masalah jalan, selama aturan penggunaan jalan dan ketegasan terhadap pelaksana proyek pembangunan nakal tidak dilakukan.

Direktur Ilalang Institute Roni Perdana menegaskan selama ini, Pemkab Bekasi baru sebatas melakukan pembangunan, sementara pengawasan pembangunan jalan sampai pada pemanfaatannya belum dilakukan maksimal.

Dampaknya, kata dia banyak jalan yang dibangun tak berumur panjang. Selain karena standar pembangunannya yang tidak sesuai ketentuan, ketika sudah terbangun, jalan dengan kualitas rendah kemudian dilintasi kendaraan bertonase besar. ”Semua terjadi karena kurang respon dan ketidakpedulian pihak pemerintah,” tuturnya.

Menurut Roni, sebaiknya, seluruh pihak, mulai Pemkab Bekasi, rekanan pelaksana pembangunan jalan dan masyarakat juga DPRD bisa bekerja sama mengawasi setiap pembangunan jalan dan pemanfaatannya. (dul/mot/hum)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: