Lebih Dekat dengan Penulis Buku Sejarah Lemah Abang Bekasi (1)

29 Dec

Nama lemah Abang Tinggal Kenangan, Tulis Buku Untuk Mengenang

Lemah Abang merupakan daerah yang cukup kental dengan sejarah. Lemah Abang dulunya merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Bekasi dikala belum mengalami pemekaran. Berbagai peristiwa sejarah yang cukup heroik pada masa revolusi dan penjajahan terjadi di lokasi ini. Salah satunya adalah peristiwa monumental penyerangan melalui darat dan udara yang dilakukan pasukan sekutu pada 19 Desember 1945 ke daerah Bekasi dan Karawang termasuk Lemah Abang. Namun kini lambat laun nama Lemah Abang semakin pudar. Salah satu kecamatan yang diberi nama Lemah Abang juga sudah tidak ada lagi. Nyaris peninggalan yang masih nampak saat ini hanyalah stasiun Lemah Abang semata.

Ahmad Khumaidi, Cikarang Utara
Sebagai putra daerah yang peduli dengan nilai sejarah, Ending Hasanuddin mengaku sangat prihatin dengan kondisi saat ini. lemah Abang hanya tinggal nama dan bangunan tua berupa stasiun. Padahal dahulunya Lemah Abang merupakan tempat yang cukup mengandung makna sejarah. “sebagai putra asli Bekasi saya merasa gelisah melihat perkembangan yang ada” papar Ending.

Ia menyadari satu persatu ikon yang membuat nama Lemah Abang pada hilang. Bukti konrit yang sudah tidak ada lagi saat ini adalah kecamatan Lemah Abang yang diubah menjadi kecamatan Cikarang timur pada tahun 1998. “saya merasa miris kalau ga dibuat semacam buku lemah abang akan bener-bener hilang” tutur lelaki berambut gondrong tersebut.

Ditulisnya buku setebal 223 halaman ini tidak ada motivasi lain selain untuk tetap mengenang nama Lemah Abang. Urusan materi tidak menjadi tujuan awal Ending. Yang terpenting menurutnya bagaimana generasi muda bisa mengetahui sejarah yang ada di Kabupaten Bekasi, khususnya lemah Abang. “ga ada sama sekali untuk dapetin materi” tambahnya dengan nada mantab.

kekesalaannya terhadap pemerintah yang telah menghilangkan nama Lemah Abang dari administrasi pemerintahan inilah yang menjadi pemicu utamanya. Ia mengaku geram dengan pemerintah. Namun kegeramannya hanya sebatas geram semata. Ia tidak bisa menuntut atau menginterfensi pemerintah. “yang paling utama saya marah dengan perubahan yang ada di lemah abang ini” bebernya.

Berbekal pengetahuan dan keuletannya meneliti ia pun berusaha menulis sejarah lemah abang. Diharapkan jika tulisan berhasil dicetak kelak bisa dimanfaatkan dan bisa dijadikan referensi generasi muda. Ternyata lemah abang tidak hanya dikenal dengan stasiun dan angkutan kota yang dengan bangga menempelkan rute lemah abang Cibarusah. Sebelumnya ada sejarah yang patutu diketahui untuk kalayak umum kalau di lemah abang juga ada rel jurusan Cibarusah. “semoga ini bisa menjadi referensi generasi mendatang soal lemah abang” paparnya.(bersambung)

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: